Honesty is Very Expensive!

DSCN0137 - Copy

Honesty is very expensive!
To be honest in a truth is very costly
As you walk according to the counsel of truth
You will get insults, hatred
People say ‘how arrogant you are, how stupid you are, how you do not know anything.
Step aside!’
‘Do not you be so self-righteous! Do not you be so sanctimonious!
Let the lies rule over everything to go smoothly!
Who are you to confront?

Really my brothers and sisters …
Lying is cheap and easy and keeps everything go smooth
We are sweet to each other
We call each other ‘friends’
But who wants to punish his heart to death?
Is it you or me?


My brothers and sisters…
Honesty for the truth is expensive
But it is the one who gives freedom of life!

 

VZ, March 24, 2016

Advertisements

My Young Brother’s Birthday

DSC00779

My young brother had his birthday today

There was no birthday cake, no candles to blow

Only some words of hope and prayers

‘Happy birthday my young brother.

May the day bring you more joy and happiness

May you grow as great man for your world

May your future be bright as the sunshine

 

To My little bro Dino

VZ, 16 April 2017 

From Dili to Jakarta via Bali (1)

It was the last day of June 2013.

I was full of excitement as a teen.

Waiting for my Sriwijaya flight at the Nicolau Lobato Airport in Dili.

With a mind of a wanderer, I asked,  “Would this trip be a jolly?”.

Later the flight came and I went ahead in a tremble along the departure gate.

I got on the airplane; a beautiful air hostess with red dress greeted me.

She had the most beautiful smile of the day.

I showed her my boarding pass; she guided me to my seat.

DSCN0622 - Copy

I sat contently yet carefully paying attention instead.

Another air hostess was demonstrating the flight safety guide.

After an hour, the plane left the ground and started to take off. My heart jumped.

‘I am flying high!’ my mind exclaimed.

DSCN0636 - Copy

It was my first trip from Dili to Jakarta.

There is a short transit at Ngurah Rai airport of Denpasar in Bali.

That was also my first time to see Bali, although just at a glance.

DSCN0627

Down there, I saw Bali’s beautiful blue sea with the white cliffs.

The red-brown houses formed like beads.

They spread over a huge green carpet of its green field.

DSCN0632 - Copy

A very long bridge shaped a curvy line over the sea.

How I wondered to explore those places one day.

“Oh, how wonderful isn’t it?” myself said.

DSCN0633 - Copy

I had heard about Bali since I was a child in 1990s.

People said that Bali is an island of gods, a paradise for tourists.

That time, I wish that one day I too could visit Bali, as a tourist.

I wanted to see the gods. I wanted to enjoy being at its paradise.

Finally, my wish did come true. Even though only for an instance.

Vitalia Ze, Dili-Bali-Jakarta, 30 June 2013.

Siapakah Wanita Bagimu?

6359946854879439121166629593_Mind Hurt3

https://www.theodysseyonline.com/ways-hurt-ourselves

(Puisi terjemahan Tetum-English ‘Se Mak feto ba O?’ Dedikasi untuk Hari Wanita Internasional  March 8)

I

Ketika dia berjalan menyusuri jalanan

Matamu memandangnya bernafsu, kau bersiul dan panggil dia ‘Cantik!’

Ketika dia tak menoleh, kau bilang dia ‘sombong’

Jika dia menoleh, kaupun membisu seketika.

Bagai tangan yang sembunyi habis melempar batu

Bila kau ingin memujanya, muliakanlah dia dengan  hormat.

II

Kau panggil dia ‘kekasih’, kau bawa dia ke pantai

Kau janjikan mimpi hari esok tuk menangkan percayanya.

Dalam manisnya kata, kau minta dia serahkan diri, seluruhnya untukmu.

Tapi bukanlah ini yang dia cari.

Dia butuh tangamu, untuk mendorongnya hadapi misteri hari esok

Tunjukkan padanya, bagaimana agar tak menyerah mengejar mimpi?

III

Kau panggil dia ‘putri’ dari darah dagingmu sendiri

Namun cintamu lebih besar untuk sang putra saja.

Kau ajari dia, bahwa takdirnya adalah melayani

Kau hargakan kemudaannya dengan harta benda duniawi.

Pada akhirnya, dia sendiri yang menanggung semua beban

Oleh sebab seorang yang tak hargai dia dengan janji cinta sejati.

IV

Kau panggil dia ’istri’, patutlah ia takut dan layani kau sampai mati.

Kaulah pemiliknya, sebab mahar telah diserahkan

Padahal maharmu tak lebih berharga dari jiwanya, jiwa yang lebih indah dari segalanya.

Dia temani kau sepanjang hidup, dengan tubuh, hati dan jiwanya

Dengan keyakinan, harapan dan keteguhannya.

Walau sering kau lempar dan tampar dia, dengan takutmu dan amarahmu sendiri

Dengan tangan dan kata-kata tajam kau lukai tubuh dan jiwanya

Lalu kau biarkan dia sembuhkan diri sendirian

Mengapa tidak kau jaga dia seperti pohon menaungi bunga?

V

Siapakah wanita bagimu?

Sudahkah  kau coba pahami dia dalam pikiran dan perasaanmu?

Apa saja yang kau temukan? Tanyalah!

 

VZ, Dili, 4 Maret 2016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indahnya Belajar Bersama

crayons-pic

Puisi terjemahan Tetum-Indonesia ‘Kmanek Aprende Hamutuk’

Kutemukan hal baru dari orang lain
Kutemukan juga
Bahwa ada banyak hal yang aku belum tahu
Banyak hal yang aku perlu tahu
Banyak hal yang aku tidak tahu

Tetapi aku ingin tahu

Apa yang aku belum tahu
Aku ingin tahu
Apa yang aku perlu tahu
Aku ingin tahu
Apa yang aku belum tahu

Bersama dalam keingintahuan
Mari kita bersama
Merenangi dan selami lautan pengetahuan
Yang  tiada bertepi pada perasaan
Yang tak terbatasi oleh waktu dan ruang
Yang mekar dan tumbuh dalam inspirasi
Luas dan berlimpah dalam imajinasi

Mari kita temukan bersama
Keindahan yang berlimpah
Lalu bersyukur
Bahwa hidup ini akan jadi indah
Ketika kita satukan tangan dan hati kita

Untuk belajar bersama.

VZ, Dili, 01 Maret 2016